Perusahaan pasti memiliki modal
kerja (working Capital) untuk mengatur usahanya karena modal capital merupakan
jantung perusahaan. Modal kerja ialah suatu investasi perusahaan dalam aktiva
jangka pendek seperti kas ataupun sekuritas yang gampang dijual, persediaan,
dan piutang. Sedangkan modal kerja bersih merupakan pengurangan aktiva lancar
dengan hutang lancar (Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston). Atau modal kerja
dapat diartikan sebagai dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran
upah buruh, membayar utang dan pembayaran lainnya , Sutrisno (2001 : 42)
Dalam
konsepnya modal kerja yang pertama yaitu konsep kuantitatif, modal kerja adalah
jumlah keseluruhan dari aktiva lancar disebut modal kerja bruto (Gross Working Capital) . untuk konsep
yang kedua yaitu konsep yang sebagian aktiva lancar yang benar-benar digunakan
untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya. Dengan kata
lain, modal kerja ini merupakan kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar,
oleh karena itu disebut modal kerja netto (net
working capital). Sedangkan untuk konsep selanjutnya yaitu konsep
fungsional yang modal kerjanya ditinjau dari fungsinya dalam menghasilkan
pendapatan.
Dengan
adanya modal kerja dalam suatu perusahaan, perusahaan dapat menampung
kemungkinan akibat buruk yang ditimbulkan karena penurunan nilai aktiva lancar
seperti penurunan nilai piutang yang diragukan dan yang tidak dapat ditagih
atau penurunannya nilai persediaan.
Selain
itu dengan adanya modal kerja perusahaan dapat membayar semua utang lancarnya
tepat pada waktunya dan untuk memanfaatkan potongan tunai, dengan menggunakan
potongan tunai makan jumlah yang akan dibayarkan untuk pembelian barang menjadi
berkurang.
Untuk
memelihara “credit standing” dapat
dilakukan perusahaan yang menggunakan modal kerja dalam perusahaannya. ” credit standing” perusahaan yaitu
penilaian pihak ketiga, misalny Bank dan para kreditor akan kelayakan
perusahaan untuk memelihara kredit. Selain itu memungkinkan perusahaan untuk
menghadapi situasi darurat seperti pemogokan dan banjir.
Perputaran
modal kerja dapat dirumuskan dengan perputaran kas yaitu penjualan dibagi
rata-rata kas. Sedangkan untuk perputaran piutang penjualan dibagi dengan
rata-rata piutang begitu juga dengan persediaan yaitu penjualan dbagi dengan
rata-rata persediaan.
Perputaran
elemen modal kerja dalam hari, untuk perputaran kas yaitu 360 dibagi dengan
perputaran kas begitu juga dengan perputaran piutang dan perputaran persediaan.
Untuk perputaran piutang 360 dibagi perputaran piutang dan untuk perputaran
persediaan 360 dibagi perputaran persediaan.
Contoh
Akan
lebih jelas jika adanya contoh, Pada tahun Pertama suatu perusahaan memiliki
penjualan sebesar Rp.6.258.956 dan rata-rata kas sebesar Rp. 815.228, jadi
dapat dihitung bahwa Rp. 6.258.956 /Rp. 815.228 (penjualan dibagi rata-rata kas)
sama dengan 7,67 kali. Dan pada tahun Kedua memiliki penjualan sebesar Rp.8.456.238
dan rata-ata kas sebesar Rp.633.986, jadi Rp.8.456.238 / Rp.633.986 (penjualan
dibagi rata-rata kas) hasilnya yatu 13,34 kali. Sedangkan pada tahun Ketiga
penjualan sebesar Rp.9.893.365 dan untuk rata-rata kas sebesar Rp.598.123, jadi
untuk perhitungannya yaitu Rp.9.893.365 / Rp.598.123 (penjualan dibagi
rata-rata kas) hasinya yaitu 16,54 kali.
Berdasarkan
perhitungan diatas pada tahun Pertama sampai tahun Ketiga tidak mengalami
keterlambatan. Hal ini dikarenakan penjualan mengalami kenaikan sementara
rata-rata kas mengalami penurunan pada tahun ketiga. Hal itu mengakibatkan
perputaran kas menjadi cepat sehingga mengalami percepatan dalam pengelolaan
kas. Semakin cepat perputaran kas berate semakin cepat ratio turn over-nya atau tingkat pengembaliannya.
Dalam
perputaran piutang penjualan pada tahun Pertama yaitu sebesar Rp.6.258.956 dan
rata-rata piutang sebesar Rp.610.330, yaitu Rp.6.258.956 / Rp.610.330
(penjualan dibagi rata-rata piutang ) hasilnya yaitu 10,3 kali. Untuk tahun
Kedua penjualan sebesar Rp.8.456.238 dan rata-rata piutang sebesar Rp.623.500
untuk perhitungannya yaitu Rp.8.456.238 / Rp.623.500 (penjualan dibagi
rata-rata piutang) hasilnya yaitu 13,56 kali, sedangkan pada tahun Ketiga untuk
penjualan sebesar Rp.9.893.365 dan rata-rata piutang yaitu sebesar Rp.689.365
sehingga Rp.9.893.365 / Rp.689.365 (penjualan dibagi rata-rata piutang)
hasilnya yaitu 14,35 kali.
Hasil
perhitungan diatas dapat diketahui bahwa pada tahun Pertama sampai tahun Ketiga
mengalami perputaran piutang yang cepat , hal ini artinya bahwa perusahaan
memiliki kemampuan dalam melakukan pengolahan piutang yang dimiliki perusahaan
semakin baik. Hal ini menunjukan semakin cepat perputaran pengembalian piutang.
Untuk
perputaran persediaan pada tahun Pertama memiliki penjualan sebesar Rp.6.258.956
dan rata-rata persediaan sebesar Rp.465.256.Jadi Rp.6.258.956 / Rp.465.256 sama
dengan 13,45 kali (penjualan dibagi dengan rat-rata persediaan). Pada tahun
Kedua penjualan sebesar Rp.8.456.238 dengan rata-rata persediaan sebesar Rp.536.257.
Rp.8.456.238 / Rp.536.257sama dengan 15,77 kali (penjualan dibagi dengan
rata-rata persediaan), sedangkan pada tahun Ketiga penjualan sebesar Rp.9.893.365
dengan rata-rata persediaan sebesar Rp.558.937 dengan perhitungannya yaitu Rp.9.893.365
/ Rp.558.937 sama dengan 17,70 kali (penjualan dibagi dengan rata-rata
persediaan).
Dalam
perhitungan diatas dapat dilihat bahwa pada tahun Pertama sampai tahun Ketiga
mengalami percepatan perputaran persediaan itu artinya kemampuan perusahaan
dalam melakukan pengelolaan persediaan perusahaan semakin baik. Hal ini
menunjukan semakin sering perputaran persediaan menunjukan tingkat keluar masuk
barang semakin cepat.
Perputaran
elemen dalam hari, perputaran kas yaitu pada tahun Pertama 360 / 7,67 hasilnya
46,93 hari (360 dibagi perputaran kas). Pada tahun Kedua yaitu 360/13,34
hasilnya 26,98 hari (360 dibagi perputaran kas). Sedangkan pada tahun Ketiga
yaitu hasilnya 21,76 hari (360 dibagi perputaran kas (16,54)).
Berdasarkan
perhitungan perputaran kas dalam hari diatas mengalami percepatan , hal ini
menunjukkan cepatnya dana dalam kas dikarenakan semakin cepatnya pengolahan
perputaran kas pada perusahaan.
Perputaran
piutang pada tahun Pertama yaitu 360 / 10,3 hasilnya 34,95 hari (360 dibagi
perputaran piutang). pada tahun Kedua perputaran piutang sebesar 13,56 jadi
360/13,56 hasilnya 26,54 hari. Dan pada tahun Ketiga perputaran piutang sebesar
14,35 sehingga 360/14,35 hasinlnya 25,08 (360 dibagi perputaran piutang).
Pada
perhitungan diatas bahwa pada tahun Pertama samapai tahun Kedua mengalami
percepatan. Kecepatan ini menunjukan semakin meningkatnya kemampuan perusahaan
dalam melakukan pengelolaan atas piutang yang dimiliki oleh perusahaan.
Perputaran
persediaan pada tahun Pertama yaitu sebesar 13,45. 360/ 13,52 hasilnya 26,76
hari (360 dibagi perputaran persediaan). Pada tahun Kedua perputaran persediaan
yaitu sebesar 15,77, maka 360/15,77 hasilnya 23,82 hari (360 dibagi perutaran
persediaan). Sedangkan pada tahun Ketiga memiliki perputaran persediaan sebesar
17,70 maka 360/17,70 hasilnya 20,33 hari.
Berdasarkan
data diatas yaitu pada tahun Pertama sampai tahun Ketiga mengalami percepatan.
Dengan demikian bahwa perusahaan mampu meningkatkan pengelolaan atas persediaan
yang dimiliki dalam upaya mendukung kegiatan operasional perusahaan. Hal ini
dikarenakan cepatnya kegiatan produksi yang dipengaruhi oleh penjualan.



























